kudus, kabupaten kudus, kota kudus
KUDUS – Memasuki bulan Februari ini kasus flu burung mulai terjadi lagi di Kudus. Belum lama ini 35 unggas mati mendadak, di wilayah RW 4 Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo dan dinyatakan positif terkena flu burung.
“Februari ini terjadi satu kasus, dengan 35 unggas jenis ayam yang mati. Kasusnya terjadi pada beberapa tempat, tetapi masih satu kawasan RW 4,” jelas Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Budi Santoso didampingi Kabid Peternakan Sa’diyah, kemarin.
Menurut Sa’diyah, setelah mengetahui keberadaan virus avian influenza pihaknya langsung mengadakan desinfeksi kandang. Tindakan tersebut, menurutnya, menjadi langkah jangka pendek yang penting dilakukan. Pasalnya, masyarakat di Kudus belum mau jika diadakan pemusnahan unggas. “Kami belum bisa mengadakan pemusnahan unggas di sekitarnya. Karena mereka masih eman jika unggas-unggas yang masih sehat dimusnahkan.”
Udara Lembab
Seperti imbauan Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kudus sebelumnya, pada musim hujan awal tahun ini memang masih rawan terjadi penyebaran virus avian influenza. Hal itu disebabkan kelembaban udara yang masih tinggi. “Memang, biasanya pada saat lembab penyebaran AI meningkat.” katanya.
Sementara ini, ia mengimbau agar warga secara mandiri bisa melaporkan kasus sejenis ke dinas. Untuk perawatan kandang secara mandiri warga sebenarnya bisa menggunakan air sisa cucian untuk menyemprot kandang. “Selain vaksin yang diberikan oleh kami, ada desinfektan yang murah dan mudah dari air bekas sisa cucian,” katanya.
Untuk memperkuat pemantauan flu burung saat ini pun sudah disiapkan petugas pemantau. Mereka merupakan relawan yang telah menjalani latihan kader penanggulangan flu burung. Masing-masing desa terdapat satu petugas. “Tugasnya membantu kami, salah satunya pelaporan, dan penanggulangan yang benar terhadap unggas yang mati mendadak,” jelas Sa’diyah.
sumber: www.suaramerdeka.com