kudus, kabupaten kudus, kota kudus
KUDUS – Pemberian bantuan bibit padi kepada petani yang lahan sawahnya tergenang banjir beberapa waktu lalu (SM, 15/2), dinilai tidak menyelesaikan akar persoalan yang ada.
Pasalnya, penyebab utama genangan hingga saat ini belum juga dituntaskan secara optimal. ’’Bantuan memang membawa manfaat bagi petani, tetapi akar persoalannya harus juga disentuh,’’ kata Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kudus, Hadi Sucahyono, kemarin.
Lahan pertanian seperti Larikrejo, Karangrowo, Ngemplak, masuk Kecamatan Undaan, hampir setiap tahun menjadi langganan banjir.
Pemberian bibit padi, ujarnya, tidak akan membuat petani langsung dapat melakukan usaha taninya. ’’Kalau lahan pertanian selalu tergenang, bantuan bibit tak membawa manfaat banyak,’’ jelasnya.
Untuk itu, petani mengharapkan agar ada kebijakan nyata mengenai penanggulangan banjir di kawasan pertanian.
Terutama, yang selama ini selalu menjadi langganan kebanjiran setiap tahun. ’’Harus ada cara agar petani di daerah rawan genangan tidak kebanjiran lagi,’’ paparnya.(H8-76)
Source: Disini