kudus, kabupaten kudus, kota kudus Bos Djarum Kudus, Triliuner Kelas Dunia dari Indonesia | muria.web.id

Bos Djarum Kudus, Triliuner Kelas Dunia dari Indonesia

Filed in Berita Kudus 5 comments

Ditengah krisi ekonomi dunia, lima orang terkaya dari Indonesia masuk dalam daftar orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Krisis ekonomi dunia memangkas jumlah orang super kaya dunia yang  memiliki harta diatas US$ 1 miliar (Rp 12 triliun, kurs Rp 12.000 per dolar AS). Hal itu terlihat dari daftar orang terkaya di dunia 2009 versi majalah Forbes yang terbit Rabu 10 maret di Amerika Serikat.

Tahun lalu, jumlah triliuner berharta lebih dari US$ 1miliar masih 1.125 orang. Kini, angkanya menyusut menjadi 793 orang. Nah diantara nama-nama para triliuner kelas dunia, terselip nama orang kaya dari Indonesia yang memiliki harta diatas US$ 1 miliar.

Mereka adalah

  1. Michael Bambang Hartono dan
  2. Robert Budi Hartono, dua bersaudara pemilik Group Djarum.
  3. Sukanto Tanoto, imperium bisnis Raja Garuda Mas (RGM).
  4. Martua Sitorus, pendiri Wilmar International.
  5. peter Sondakh, pendiri Grup Rajawali.

Dalam Daftar Forbes, Bambang Hartono menempati peringkat orang terkaya ke-439 dunia, dengan nilai kekayaan US$ 1,7 mliar. Sementara Budi Hartono menempati peringkat ke-440, juga denga kekayaan senilai US$ 1,7miliar. Mereka menjadi orang terkaya nomor satu dan nomor dua di Indonesia. kekayaan dua bersaudara anak pendiri Djarum Oei Wie Gwam ini tak jauh berubah ketimbang hasil survey orang terkaya di Indonesia yang dirilis Forbes Asia akhir tahun lalu. Saat itu, Budi mencatat kekayaan US$ 1,68 miliar.

Menurut Forbes, keuntungan terbesar Michael dan Budi datang dari Bank Central Asia (BCA). Keluarga Hartono memiliki 47,5% saham BCA lewat Farindo Holding. Mal Grand Indonesia juga ikut memupuk kekayaan Michael dan Budi.

Nah, posisi Hartono bersaudara tadi menggeser kursi Sukanto yang menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Sebab, selama 2008, kekayaan sukanto turun, dari US$ 1.6 miliar. Kini, Sukanto menempati posisi ke-463 terkaya didunia, dan nomor tiga di Indonesia. kekayaan Sukanto tergerus akibat penurunan harga komoditas. Ini memukul bisnis kertas dan bubur kertas Sukanto.

Nasib mujur mendekati Martua Sitorus. Pendiri Wilmar International ini menempati urutan ke 554 miliuner dunia, dengan kekayaan bersih US$ 1,4 miliar. Kekayaan Martua naik dari US$ 1,3 miliar, walaupun harga saham Wilmar turun hingga separuh. Nama terakhir konglomerat Indonesia yang memiliki harta US$ 1 miliar lebih sedikit, dan tak banyak berubah dari tahun sebelumnya.

Jika membandingkan peringkat 2008 , tahun ini ada dua konglomerat Indonesia yang terpental dari daftar pemilik harta diatas US$ 1 miliar. Tahun lalu ada tujuh orang yang memiliki kekayaan diatas US$ 1 miliar.
Dua orang yang tersingkir dari daftar tersebut adalah Putera Sampoerna dan pemilik Grup Wings Eddy William Katuari. Tahun lalu Forbes menghitung, Putera tercatat memiliki kekayaan US$ 1,5 miliar dan kekayaan eddy US$ 1,04 miliar.

sumber: harian Kontan 13 maret 2009

Tentang Penulis

KakDay menyukai kota Kudus, saya senang menulis tentang perkembangan Kota Kudus. Saya juga senang dengan dunia Blog. Jika anda ingin bertanya silahkan komentar dibawah sini atau kirim di Kontak juga bisa. Salam Hangat :D

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

5 Comments

Comments
Apr 5, 2009
10:24 pm
#1 HaZzRoCK :

PERTAMAX!!
Mugo2.. suk anak turunku…. iso mendunia.. he he he

[Reply]

Feb 7, 2010
2:47 am

:thumbup: nais inpo…

cendol gan :cendol

[Reply]

kakday Reply:

makasis teras bagus.. :shakehand2
ngomong” jaga warnet dimana ga :cendolbig

[Reply]

Bocah Cilix Reply:

:) Di Plate-K Q HanYa WarGa RT 21 :shakehand2
keterangan lebih lanjut hubungi HaZzRoCK :D

[Reply]

dany Reply:

Siapa jew… kok ga kenal..
opo aku seng kuper..

blog ente kok ga di update ayo diupdate ach… :cendol

Leave a Comment

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Previous Post
«
Next Post
»
Zionn designed by ZENVERSE  |  In conjunction with Reseller Hosting from the #1 Web Hosting Provider - HostNexus.