kudus, kabupaten kudus, kota kudus Kebudayaan Kudus | muria.web.id

Kebudayaan Kudus

Filed in Berita Kudus , wisata 0 comments
  • Kebudayaan

Kegiatan – kegiatan kebudayaan yang ada di kota Kudus lebih di dasari oleh kehidupan beragama, yaitu Islam. Khususnya kawasan sekitar Masjid Menara Kudus, setidaknya ada 4 tradisi atau adat yang berjalan rutin setiap tahun, yaitu :

1. Dandangan.

Tradisi Dandangan

Dilaksanakan setiap menjelang bulan puasa, berlangsung semacam ”pasar malam” sekitar dua minggu, sambil menunggu kepastian awal Puasa. Hampir semua pedagang kaki lima (PKL) dengan segala macam dagangan berkumpul pada momen itu. Bahkan lengkap dengan hiburan rakyat yang murah meriah bernuansa tradisional. Lokasi Dandangan ditetapkan berlangsung di sekitar Masjid Menara hingga pohon beringin, Jl. Menara Kudus, dan Jl. Madurekso praktis di tutup untuk kegiatan tersebut. Sedangkan Jl. Sunan Kudus sampai Alun – alun biasanya juga menjadi padat sekali, apalagi dengan kedatangan wisatawan, maka area parkir bus menggunakan Jl. Kyai Telingsing maupun jalan – jalan disekitarnya.

2. Buka Luwur

Diadakan setiap tahun, bertepatan dengan tanggal 10 Muharram ( Assyura ). Buka Luwur adalah upacara tradisional penggantian kain kelambu yang dijadikan penutup makam Sunan Kudus. Upacara ini cukup meriah kendati tidak semeriah Dandangan. Upacara ini ditekankan pada Makam Sunan Kudus dan penggantian kain kelambu penutup makam. Biasanya dalam upacara ini dilengkapi dengan selamatan dan pembacaan tahlil serta do’a. Upacara ini biasanya melibatkan para tokoh – tokoh agama, para sesepuh dan masyarakat sekitar Masjid Menara ini.

3. Tradisi Muludan.

Diadakan tiap – tiap bulan Maulud yang intinya memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, peringatan ini memang menjadi salah satu kegiatan Islam yang sifatnya Internasional, tetapi untuk masyarakat Kudus juga menjadi tradisi.

4. Bulusan

Yaitu tradisi yang diadakan tiap tahun, tepatnya tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri. Tradisi ini hampir sama dengan budaya jawa tengah yaitu Kupatan, tempat diadakanya tradisi bulusan adalah desa bulusan yang konon menurut cerita dahulu ada seorang yang dikutuk menjadi seekor bulus ( Kura – kura ), aneh nya tempat itu sekarang masih banyak Kura – kura yang berkeliaran. Untuk meramaikan tradisi ini biasanya diadakan pasar malam atau bazar.

  • Kudus Bagian dari Regionalisme Kebudayaan Jawa

Paling tidak menurut pandangan jawa sendiri, kebudayaan di jawa tidak merupakan satu kesatuan yang homogen. mereka sadar akan adanya suatu keaneka ragaman yang sifatnya regional ( Periksa Peta : Variasi regional kehidupan jawa )

Peta Kebudayaan Jawa

Peta Kebudayaan Jawa

Orang Jawa menganggap, kebudayaan yang berada pada kota – kota pantai utara pulau jawa mereka sebut sebagai kebudayaan pesisir. Kebudayaan ini meliputi daerah Indramayu – Cirebon sebelah barat, sampai kota Gresik disebelah timur, dan Kudus adalah terletak di pesisir kilen. Penduduk daerah pesisir umumnya adalah pemeluk agama Islam Puritan ( berbeda dengan kebudayaan negarigung, yang agamanya sangat sinkretis – campuran antara Hindu, Budha dan Islam termasuk gerakan – gerakan kebathinan ). Sosial budaya mereka sangat dipengaruhi oleh agama Islam. Kesusastraan mereka yang berumur 4 abad dipengaruhi sangat kuat oleh agama Islam. Th Pigeaud dalam interature of java secara tegas memecah kebudayaan pesisir utara menjadi 3 sub bagian  :

  1. Bagian Barat disebut Pesisir Kilen, dengan pusat cirebon – Pekalongan, Tegal.
  2. Bagian Timur disebut Pesisir Wetan, berpusat di Gresik.
  3. Bagian Tengah meliputi Kudus, Demak dan Sekitarnya.

Source : http://www.geocities.com/kudus_online1

Tentang Penulis

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

0 Comments

No comments yet. Be the first to leave a comment !
Leave a Comment

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Previous Post
«
Next Post
»
Zionn designed by ZENVERSE  |  In conjunction with Reseller Hosting from the #1 Web Hosting Provider - HostNexus.