kudus, kabupaten kudus, kota kudus Konversi Dimulai Tahun Ini jatah minyak diKudus turun 50% | muria.web.id

Konversi Dimulai Tahun Ini jatah minyak diKudus turun 50%

Filed in Berita Kudus 2 comments

KUDUS – Program konversi dari minyak tanah ke elpiji diupayakan bisa dimulai 2009 ini. Pasalnya, saat ini pasokan tahunan minyak tanah pun sudah semakin berkurang.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelola Pasar Bambang Supriyanto didampingi Kabid Perdagangan Heryanto, tahun ini Kudus hanya mendapat jatah 18.905 kiloliter.

Jumlah ini jauh berkurang dari jatah 2008 yang mencapai 37.335 kiloliter. Jumlah alokasi yang sangat mepet ini diperkirakan akan memberatkan masayrakat pemakai minyak tanah.

Bila kebutuhan rata-rata minyak tanah masyarakat Kudus tetap maka jatah minyak hanya akan bertahan sampai enam bulan. Karena itu, konversi di Kudus diusahakan sudah bisa berjalan pada pertengahan tahun ini.
”Memang seharusnya kita siap, konversi tahun ini. Karena kondisinya minyak tanah semakin sedikit, kalau kiat tidak bersiap ke elpiji, pasti akan kekurangan,” papar Heriyanto.

Dinas Perdagangan dan Pengelola Pasar belum bisa memastikan kapan penetapan waktu konversi. ”Kita sebagai pelaksana teknis masih terus berkoordinasi dengan Bagian Perko-nomian untuk menetapkannya. Sementara ini, selain sosialisasi kita sudah memetakan kondisi Kudus untuk konversi,” tutur Heriyanto.

Pemetaan itu penting terkait dengan pendistribusian tabung gas ke masyarakat. Saat ini di Kudus ada empat agen elpiji yang sudah siap.

Selain itu ada tujuh agen dan 877 pangkalan minyak tanah. Para agen dan pangkalan minyak tanah inilah yang nantinya akan diprioritaskan menjadi penyalur gas elpiji.

Tidak Mudah

Namun untuk pengalihan dari agen pangkalan minyak tanah menjadi gas elpiji memang tidak mudah. Dengan lebih mahalnya harga satuan tabung gas elpiji pangkalan memang harus mempersiapkan modal yang lebih banyak. ”Ini memang menjadi pembahasan kami dengan para agen. Salah satu agen kami yang sudah menyalurkan elpiji 12 kg memang mengaku kesusahan karena modalnya mandek di pangkalan,” ujar Heriyanto.

Terkait dengan ketersediaan gas elpiji, menurut Heriyanto, seharusnya tidak menjadi hambatan masyarakat. Seperti diberitakan, di Kudus pun kelangkaan elpiji pun sempat terjadi.

”Saat ini memang SPBE di Kudus itu melayani tujuh kabupaten, yaitu Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Rembang, Pati, Blora, dan Jepara. Namun rencananya, jika ada konversi tiap kabupaten akan dibuat satu SPBE.”

Dia menekankan, meski nanti konversi diberlakukan, pasokan minyak tanah akan tetap ada. Pasalnya keberadaan minyak tanah memang masih dibutuhkan selain untuk memasak. ”Hanya memang sedikit dan harganya tidak disubsidi seperti sekarang. Perkiraan harga non subsidi sekitar Rp 7.000,” tandasnya.

sumber: suaramerdeka.com

Tentang Penulis

KakDay menyukai kota Kudus, saya senang menulis tentang perkembangan Kota Kudus. Saya juga senang dengan dunia Blog. Jika anda ingin bertanya silahkan komentar dibawah sini atau kirim di Kontak juga bisa. Salam Hangat :D

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

2 Comments

Comments
Trackbacks to this post.
Leave a Comment

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree

Previous Post
«
Next Post
»
Zionn designed by ZENVERSE  |  In conjunction with Reseller Hosting from the #1 Web Hosting Provider - HostNexus.