kudus, kabupaten kudus, kota kudus
KUDUS – Sepuluh titik di jalur lingkar tenggara Kudus yang tiap tahun rutin mengalami kerusakan akan diperbaiki dengan sistem rigid pavement atau dibeton. Perbaikan dengan sistem kaku ini dilakukan dari titik rawan kerusakan yang melintasi Desa Tanjungkarang, Jetis Kapuan Kecamatan Jati, Desa Payaman, Gulang Jepang, Kecamatan Mejobo.
Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Kantor Preservasi Jalan dan Jembatan Demak-Kudus-Bulu, Ibnu Akhyar melalui Pengawas Lapangan Budi Utomo, langkah tersebut ditempuh, karena perbaikan dengan sistem flexibel rigid selalu mengalami kerusakan. “Karena di beberapa titik dengan pengecoran sistem lentur pengaspalan hotmix selalu rusak saat penghujan, maka harus diganti dengan rigids pavement,” katanya, Senin (16/2).
Proyek yang sudah mulai berjalan tahun ini sampai dengan tahun 2011. “Itu termasuk pelaksanaan sampai pemeliharaan,” katanya.Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, saat ini di jalur lingkar tenggara memang masih terdapat banyak lubang besar. Sebagian kerusakan tersebut sudah mengalami penambalan darurat. Namun beberapa titik masih menyisakan lubang yang cukup berbahaya.
sumber : suaramerdeka.com
Sorry, comments are closed.