kudus, kabupaten kudus, kota kudus
* Oleh Sony Wibisono
BAGI masyrakat Kudus jarak daerahnya dengan Bali memang sangat jauh. Terlebih jika niat kepergian ke Bali hanya ingin mendapatkan suvenir atau kerajinan khas Pulau Dewata tersebut.
Karena itu, kesempatan untuk menjual kekhasan Bali merupakan peluang usaha yang masih terbuka di Kudus. Begitulah, landasan usaha Wayan Ari (38) yang saat ini membuka usaha pembuatan layang-layang dan lukisan khas Bali. Seperti lukisan Bali pada umumnya, Wayan menampilkan lukisan nuansa alam dan eksotisme pulau surga itu.
Gaya lukisan pun cenderung dekoratif dan menonjolkan gradasi. Tak Kalah menarik, layang-layang berbentuk lebah atau burung pun dibuatnya. Dengan bentuk unik dan pewarnaan apik, kerajinan itu pun memang sangat memancing minat konsumen.
Sita Perhatian
Meski terhitung singkat umur usaha itu, corak kesenian Bali di Kudus itu sudah menyita perhatian terutama agen-agen barang kerajinan yang membaca peluang dagang.
Apalagi, kerajinan yang dibuat Wayan ini harganya terjangkau. Seperti lukisan, untuk ukuran 120 cm x 90 cm dijual Rp 100.000. Sementara itu, ukuran 120 cm x 90 cm dihargai Rp 250.000.
”Biasanya itu masih ditawar. Misalnya beli dua buah lukisan, terus ditawar Rp 150.000 ya sudah saya berikan,” ucap dia saat ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya di jalur Kudus-Pati, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Rabu (18/2).
Memang jika dibandingkan dengan lukisan asli Bali, karya Wayan yang menggunakan cat akrilik dan air brush, masih kalah dalam kematangan warna. Namun, untuk sekadar menyakinkan eksotisme Bali cukuplah.
Menurut Wayan, saat ini pesanan yang paling ramai adalah layang-layang. Selain melayani pembeli eceran, setidaknya bapak satu anak ini digenjot permintaan dari tiga agen di Kudus. ”Pokoknya berapa pun saya disuruh langsung setor, belum ada sebulan saja saya sudah setor 200-an pada agen,” papar dia.
Menurut Wayang, tingginya permintaan layang-layang yang dijual Rp 20.000 – Rp 25.000 itu bukan hanya karena orang ingin menerbangkan saja. ”Banyak perempuan yang hanya menjadikan pajangan karena bentuk dan warnanya menarik,” ucap dia.
sumber: suaramerdeka.com
Sorry, comments are closed.