kudus, kabupaten kudus, kota kudus
Membina Lingkungan Berinternet Sehat
Dengan menerapkan fungsi orang tua guna melindung keselamatan dan kenyamanan generasi muda, dapat juga diterapkan untuk dunia maya. Kita dapat membuat internet sebagai tempat yang aman untuk belajar dan bermain, tetapi juga menjadi arena berwacana secara sehat. Banyak rujukan konten internet yang secara gamblang dapat dijadikan bahan pembelajaran dan contoh kehidupan yang lebih baik, jika kita selektif mengumpulkannya.
Lebih banyak waktu yang kita habiskan bersama dengan anak kita di internet, maka lebih banyak pengetahuan yang dapat diperoleh, dan dipastikan bahwa bahan itu akan lebih aman. Dengan demikian, sesering mungkin mendampingi anak bukan saja mencegah terjerumus kedalam selancar yang merugikan, tetapi sekaligus memberikan contoh pengawasan dan tanggungjawab menemukan situs sehat internet.
Mencegah lebih baik dari menanggulangi
Didunia kesehatan, motto ini juga diterapkan, karena kenyataan sering menunjukkan sebaliknya. Korban narkoba, biasanya dikenali kalau sudah kondisinya memburuk atau tingkat ketergantungan tingga, adiktif atau pecandu berat.
Padahal, jika kita jeli mendeteksi gejala perubahan pola kegiatan, perilaku yang tidak biasa atau kegiatan berlebihan, itu merupakan pertanda awal. Demikian halnya dengan internet. Jangan mudah terkecoh atau lalai ketika terjadi perubahan ucapan, sikap dan perilaku anak karena mulai getol akses internet.
Lebih baik mengingatkan, jika perlu dengan nada agak keras (strength) agar mereka patuh dan menyadari bahwa internet tidak semata-mata sehat, tetapi juga berbahaya. Dengan demikian, mengingatkan bahaya sejak dini untuk selalu berhati-hati, akan lebih bermanfaat daripada membiarkan mereka tersesat di rimba belantara informasi.
Laporkan Penyalahgunaan Internet
Jika kita melihat indikasi tindakan yang menyangkut pornografi anak, atau pesan tersembunyi menginsyaratkan aktivitas phaedopili, agar segera melaporkan ke Komisi Perlindungan Anak. Internet merupakan tempat yang luas bagi berbagai informasi bagi anak yang tersedia bebas. Patut diingat, penggunaan internet adalah kewenangan orang tua yang dapat dicabut jika disalahgunakan.
Terhadap situs yang sepintas lalu menyajikan informasi bagi anak-anak, jangan dengan serta merta percaya begitu saja. Sekali waktu, kita perlu melakukan akses menyeluruh dan menilai konten yang ada. Siapa tahu, ibarat musang berbulu ayam, kaum pemangsa phaedopili menyusup dengan cara menyembunyikan identitas dan jati diri dengan menampilkan situs web atau e-mail dan chatting. Kemudian, bilamana indikasi terbukti, segera laporkan situs web tersebut kepada aparat kepolisian, Komisi Perlindungan Anak agar dilakukan penangkalan.
Mengembangkan Jaringan Relawan Telematika
Kesibukan orang tua, paman, bibi dan kakak serta kaum dewasa lain tentu tidak terbilang banyaknya. Semantara itu, kepentingan akses internet bagi kaum muda, remaja dan balita tidak dapat harus menunggu dan hanya dibatasi pada waktu-waktu tertentu saja.
Bahkan, lebih sering kepentingan mereka bersifat seketika, harus dipersiapkan dengan kerja serius dan penuh cekatan dan kehati-hatian. Misalkan untuk mengerjakan tugas sekolah, kampus atau kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Jadi diperlukan keberadaan tenaga pendamping atau relawan untuk membantu mereka, agar tidak tersesat atau menjadi salah guna.
Relawan telematika, bukan sekedar menangani pekerjaan taktis demikian guna mendampingi remaja mengakses internet. Dalam kondisi dan situasi tertentu, seperti bencana alam, konflik sosial, gangguan keamanan yang menyebabkan terputusnya fungsi komunikasi, relawan terjun untuk mengatasi masalah.
Source: http://www.internetsehat.web.id/