kudus, kabupaten kudus, kota kudus
KUDUS – Menunggu kejelasan mengenai perbaikan areal tanggul yang berada di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, para petani sampai saat ini masih menggunakan cara konvensional yang dirasa cukup membantu, yaitu tambal sulam dengan sak berisi pasir. Hal itu dilakukan karena sampai memasuki Maret, belum ada bantuan untuk perbaikan.
Kepala Desa Wonsoso Sudarmin kemarin (1/3) mengatakan, hingga memasuki Maret ini belum ada bantun terkait dengan perbaikan tanggul di areal persawahan Desa Wonosoco. Sebagai alternatif, para petani melakukan perbaikan dengan cara tambal sulam.
“Untuk sementara, tanggul diperbaiki dengan cara tambal sulam. Padahal sudah sejak lama petani mengiginkan tanggul segera ditinggikan dan permanen dengan alat berat dari bantuan instansi terkait. Namun kenyataannya sampai saat ini belum ada tindakan tersebut,” ujarnya.
meluap
Setidaknya, hal itu bisa untuk mencegah agar sawah tidak tenggelam bila sewaktu-waktu air jurusan Kali Londo meluap. “Sebab, sampai Maret ini curah hujan masih tinggi.”
Dia juga mengatakan, di samping itu, saat ini petani baru menyiapkan lahan memasuki musim tanam kedua (MT II). “Konsentrasi petani saat ini adalah menyiapkan lahan untuk masuk MT II,” katanya.
Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Desa Wonosoco, Maswan kemarin menjelaskan, sampai saat ini pihaknya terus memantau titik yang dianggap masih rawan rusak meski sudah diperbaiki.
“Ada sembilan titik yang sudah diperbaiki oleh petani untuk menjaga agar MT II bisa berjalan dengan baik dan petani bisa kembali menikmati
hasil panen tempat waktu,” tandasnya.
sumber: suaramerdeka.com