kudus, kabupaten kudus, kota kudus Rebo Wekasan, Berebut Berkah Air Keselamatan | muria.web.id

Rebo Wekasan, Berebut Berkah Air Keselamatan

Filed in Berita Kudus 0 comments
  • Oleh Sony Wibisono


KUDUS
- Rabu Wekasan, atau hari Rabu terakhir pada bulan Hijriyah, adalah saat yang paling dinanti-nanti warga Desa Jepang, Kecamatan Mejobo. Pada hari istimewa itu ratusan warga Desa Jepang akan mengantre air salamun, atau air keselamatan. Air yang diambil dari sumur tua yang terdapat di Masjid Wali Al Makmur itu dipercaya dapat memberi keselamatan dan kemakmuran bagi peminumnya .

Maka sejak menjelang magrib, Selasa (24/2) ratusan warga dari anak-anak sampai dewasa sudah berkumpul di depan gerbang padureksan masjid kuno itu untuk mengantri air salamun. Air tersebut memang baru dibagikan warga setempat mengadakan khataman Alquran dan doa bersama.

Keinginan warga mendapat berkah dari air salamun itu sendiri memang sangat tinggi mengingat ritual pembagian air ini hanya dilakukan
setahun sekali.  Kondisi itulah yang membuat pihak masjid Al Makmur selalu membentuk panitia khusus Rebo Wekasan.

Selain belasan tenaga yang bertugas membungkus dan membagikan air dalam kantong plastik, yang paling penting adalah petugas keamanan. Petugas keamanan ini bertugas mengatur arus ratusan pengantre yang berdesakan di depan gerbang.

“Ini saya beri satu, terus pulang saja Bu, jangan bawa anak kecil bahaya. Kalau ada apa-apa nanti malah panitia repot,” ujar seorang
petugas keamanan sembari memberi sebungkus air salamun.

Ia nampaknya cemas dengan keadaan ibu yang menggendong anak balitanya yang berada dalam himpitan pengantre. Desakan antrean ini di luar
gerbang memang sangat padat. Tak ayal lagi banyak sandal yang putus atau hilang bahkan warga yang terjepit pagar pintu gerbang, sampai anak yang terpisah dari orang tuanya.

Dibangun Wali

Menurut Ketua Taímir Masjid Al Maímur, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, M Mastur mengatakan,  kegiatan ini untuk melanggengkan budaya.”Karena, budaya mengadakan khataman Alquran dan doa bersama seperti ini, sudah ada sejak masa lalu. Ketika Sayid Ali Idrus menularkan ilmunya di masjid ini, setelah itu baru dibagikan air salamun,” ujarnya.

Sebelum Sayid Idrus datang ke masjid tersebut, masjid yang berdiri di tengah-tengah Desa Jepang itu, konon dibangun salah satu wali yangberdakwah di Kudus. Saat ini ciri khas asli dari bangunan lama yang masih dapat dilihat adalah gapura padureksan, mimbar untuk khotbah, serta sumur wali.

Selain mendapatkan air salamun saat ritua Rebo Wekasan, menurut Mastur, pada malam harinya (Senin 23/2) banyak orang tua yang sudah  mandi dengan air salamun tersebut. Harapannya sama, bisa mendapat berkah dari para wali.

”Tapi, ada yang berbeda dari perayaan Rebo Wekasan kali ini. Saat ritual pembukaan Rebo Wekasan Selasa sore kami meriahkan dengan tujuh kelompok drumband,” jelasnya.  Kirab drumband tersebut mengiringi arak arakan air salamun dan gunungan. Adapun gunungan yang diarak tersebut terdiri dari makanan ringan berupa rengginang, sarang madu, dan bikang.  ”Secara makna filosofinya, kami belum tahu. Yang kami tahu, makanan tersebut adalah makanan khas desa ini,” jelas Mastur.

sumber: suaramerdeka.com

Tentang Penulis

KakDay menyukai kota Kudus, saya senang menulis tentang perkembangan Kota Kudus. Saya juga senang dengan dunia Blog. Jika anda ingin bertanya silahkan komentar dibawah sini atau kirim di Kontak juga bisa. Salam Hangat :D

Share This Post

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati

0 Comments

Sorry, comments are closed.

Previous Post
«
Next Post
»
Zionn designed by ZENVERSE  |  In conjunction with Reseller Hosting from the #1 Web Hosting Provider - HostNexus.