kudus, kabupaten kudus, kota kudus
KUDUS – Di tengah kemerebakan penolakan fatwa haram rokok MUI, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kudus justru mendukung.
Ketua SBSI Kudus Jayadi menegaskan, pihaknya memahami jika MUI mengeluarkan fatwa tersebut.
‘’Saya yakin MUI tidak main-main dengan keputusannya. Rokok memang jelas lebih banyak mudarat daripada manfaatnya,’’ ungkap dia, kemarin.
Pria yang juga menjabat ketua Partai Buruh tersebut mengemukakan, dari sudut kesehatan, berbagai penelitian telah membuktikan betapa rokok itu sangat merugikan.
Selain itu, menurutnya, rokok juga bisa dikategorikan candu karena banyak masyarakat yang menjadi tergantung padanya.
Dia juga mengungkapkan, banyak penyimpangan terjadi dalam keberlangsungan industri rokok. Antara lain pungutan liar serta kasus jual beli dan pemalsuan pita cukai.
Praktik tersebut menurutnya masih merebak terjadi dan harus dihentikan. Itulah mengapa, dia menegaskan, pihaknya setuju jika rokok diharamkan.
Rezeki di Tangan Tuhan
Saat ditanya tentang nasib para buruh jika pabrik ditutup karenanya, Jayadi menekankan, yang menentukan rezeki adalah Tuhan. Jadi, dia meminta agar para buruh tidak khawatir.
‘’Kota lain yang tidak ada industri rokok saja bisa hidup dan berkembang. Jadi, mengapa Kudus tidak bisa,’’ ucapnya.
Terpisah, Ketua KNPI Kudus Ali Ihsan menegaskan, pihaknya menolak fatwa haram MUI itu.
Sama seperti alasan beberapa elemen lain yang ikut menolak, dia menandaskan, pemberian fatwa itu akan membawa dampak yang lain. Salah satunya yakni dari sudut perekonomian.
Dia menyebutkan, sejauh ini industri rokok menyumbang tidak sedikit bagi perkembangan nasional. Selain itu, industri tersebut juga menyerap banyak tenaga kerja.
Karena itu, seandainya diharamkan, para buruh bakal terancam kehidupannya sedangkan roda perekonomian juga terancam macet.
sumber: www.suaramerdeka.com
Sorry, comments are closed.