kudus, kabupaten kudus, kota kudus
* Terkait Isu Geng Pelajar
KUDUS -
Pihak SMPN 3 Kudus membantah telah terjadi kekerasan atau penganiayaan
yang menimpa salah seorang siswanya. Selain itu, mereka juga
menegaskan, di tempat tersebut tidak terdapat geng pelajar seperti
isu-isu yang berembus akhir-akhir ini.
Kepala Sekolah Watono didampingi Wakasek Mukti Sutarman Espe, saat ditemui Suara Merdeka menegaskan hal tersebut, kemarin.
Ditambahkan dia, pekan lalu memang ada sedikit masalah antara seorang
siswa di kelas 7b dan enam rekan lainnya. ”Tetapi itu sudah
diselesaikan dengan baik-baik. Saat ini mereka juga sudah belajar
seperti biasanya,” kata Watono.
Lebih lanjut, baik pihak sekolah maupun orang tua siswa, menganggap hal
itu sudah selesai. Dia berjanji, di masa-masa mendatang pihaknya akan
terus mengoptimalkan pengawasan para peserta didiknya. ”Kami
mengharapkan agar mereka dapat menggunakan waktu untuk hal-hal yang
bermanfaat,” jelasnya.
Kepada sejumlah wartawan, Watono menceritakan pekan lalu pihaknya
menerima laporan bahwa siswi bernama Nika Novera sempat bermasalah
dengan enam rekan lainnya. Perselisihan itu dianggap bukan persoalan
mungkin hanya berawal dari saling ejek saja. ”Persoalannya tidak
seperti yang dikabarkan tersebut,” tandasnya.
Kejadian selanjutnya, tambah Mukti, dapat dikatakan sebagai kenakalan
remaja saja. Pihak sekolah membantah bahwa hal itu dikatakan sebagai
bentuk kekerasan. ”Kalau hanya seperti itu, tentu tidak dapat dikatakan
sebagai bentuk kekerasan,” ungkapnya.
Selanjutnya, dia juga menegaskan di sekolahnya tidak ada yang namanya
geng pelajar. Apalagi bila dikabarkan geng tersebut telah menganiaya
rekannya yang lain. ”Itu tidak benar sama-sekali. Ada yang kami tegur,
tetapi bukan karena melakukan penganiayaan. Hanya kenakalan remaja
biasa,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Sudjatmiko, saat dimintai
komentarnya mengaku baru menerima kabar tersebut. Hanya saja, pihaknya
tetap mengharapkan agar segala sesuatunya dapat diselesaikan secara
baik-baik. ”Kita kan mempunyai tugas untuk membina para pelajar
tersebut,” jelasnya.
sumber: suaramerdeka.com